Tampilkan postingan dengan label HOME. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HOME. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Mei 2010

RoeTi

Masih ingat dengan kisah HOME? Ladang pelayanan saya di area Roxy sana. Tragis, itu kata yang mau gw ungkapkan. Terakhir gw pergi kesana adalah September 2009. Pernah datang sekali ketika maret 2010, namun cuma buat anterin calon donatur. Melihat kondisi yang sekarang, hati gw miris. Dulu tempat ini pernah menjadi tersohor, namun karena masalah yang fundamental, tempat itu kini menjadi pesakitan. Hidup segan mati tak mau. Struggling and surviving around this circumstances.
HOME memang kini berganti nama menjadi RoeTi(Roemah Hati). Tempat yang pernah gw bayangkan akan menjadi besar dan bisa memenangkan banyak jiwa. I expect a lot of hope and desire there. Namun benar, rencana manusia belum tentu sejalan dengan rencanaNya.
Saat ini, gw sendiri sudah mengambil satu keputusan untuk turut membangun dan memperbaiki tempat tsb. Sempat ragu dengan jumlah anak2 yang menurut gw kok semakin berkuranng. Namun kuantitas bukan masalah fundamental. Meski cuma 2-3 anak pun yang mau belajar, gw akan tetap ada disana. Banyak hal yang baik terjadi dalam hidup gw, kini saatnya gw bagikan kepada orang lain. Khususnya adik2 gw disana.

Masalah yang tak kalah seru adalah, gw ud bilang gw gak akan pernah ngajar, karena gw gak bisa sama yang namanya ngajar. Makanya gw gak pernah parttime jadi guru ngajar les ke rumah anak2, meski banyak temen2 gw yang secara akademis jauh dibawah gw yang malahan ngajar.(sory bro, no offense..:D)
Dan tuntutan di RoeTi tentunya adalah kemampuan untuk mengajar. Mati gw! dalam hati seolah ingin berteriak minta kerjaan lain. Ngangkat beras kek, jadi tukang tambal ban kek, apa kek asalkan jangan ngajar. Well, ternyata bukan masalah bisa atau tidak, tapi bersediakah dan maukah untuk belajar mengajar???

Jadi, biarlah diingat, Jumat,14 Mei 2010 adalah momen perdana gw ngajar. ada 5 anak yang diajar, dan duduk di kelas 5. Ngajar nya ga tanggung2, IPA(belajar kulit bumi, kerak bumi, jenis batuan.. oh crap...)
Namun, selepas ngajar gw tersenyum. At least, i've proved that what i learn about peace and love, not just in my mouth, not just in my mind, but it's true i did. hahaha..

Semoga RoeTi terus ada untuk menjadi berkat..

Read more...

Jumat, 02 Oktober 2009

tribute for education

HOME sedang merencanakan membuat suatu acara konser amal dalam rangka pengumpulan dana untuk operasional HOME yang makin banyak saja,he2. Sungguh tidak terbayangkan, berawal dari jalan2 di sepanjang rel kereta api hingga saat ini HOME akan dibentuk menjadi yayasan. "Gila!" kata hati saya. Belum genap satu tahun HOME berdiri, tapi sudah begitu banyak hal yang tidak mampu dipikirkan otak manusia, telah terjadi. Memang hebat si Empunya sorga itu.
Tema yang diangkat lebih kurang mengenai 'a tribute for education'. Suatu acara yang akan meningkatkan kesadaran pesertanya akan pendidikan di Indonesia ini.
Terkadang hati saya miris, dulu saya sekolah saat AC mati saja semua teman2 mengeluh luar biasa. Tapi terbayangkah ada anak2 diluar sana sekolah, boro-boro pakai AC, punya ATAP saja sudah syukur! Terkadang saat saya sekolah, sebuah bangku serasa tak empuk, namun pernahkah berpikir diluar sana ada anak2 yang sekolah harus berbagi satu bangku utk 4-5 orang, bahkan TANPA bangku! Saat masa sekolah, melihat teman2 jajan, saya iri karena mereka bisa jajan begitu banyak dan lengkap, namun saya kadang teringat diluar sana ada anak2, yang untuk makan saja susah, apalagi untuk jajan. Adakalanya di saat sekolah, saya dan teman2 sangat senang ketika ada guru tidak mengajar atau dipulangkan cepat karena ada rapat dan lain hal, namun adakah terlintas ada anak2 diluar sana yang mau sekolah, namun tidak ada guru yang mau mengajar karena tempat yang terlalu terpencil, dan gajinya kecil. Atau pernahkah kita bersyukur nikmatnya pergi sekolah naik bajay, meski bukan naik alphard, karena pada faktanya ada anak2 yang untuk berangkat sekolah saja harus berjalan begitu jauh.
HOME adalah suatu lembaga yang concern pada pendidikan, namun semua hal yang di'concern' kan tersebut hanya akan menjadi mimpi indah siang bolong tanpa bantuan dana dan tenaga dari rekan-rekan yang ada. Marilah sama2 berjuang untuk mendorong naiknya taraf pendidikan di Indonesia.

Read more...